Ini yang kedua kalinya aku mengalami over quota semenjak mulai berlangganan speedy awal bulan April 2007 lalu, karena Gambar Speedy Alert Systemsebelumnya aku koneksi internet dirumah masih menggunakan telkomnet@instan, dan baru pindah menggunakan speedy awal April 2007 ketika Speedy launching pertama kali di Garut, dan memang yang aku rasakan speedy di Garut bisa dikatakan cukup bagus untuk koneksi rumahan dengan paket Personal yang quotanya dibatasi sebesar 1 Gigabyte Untuk Upstream dan Downstreamnya, namun ternyata Paket Personal tidak mencukupi untuk kebutuhan koneksi internet aku dirumah, masih mending bulan pertama aku over quota yaitu tanggal 28 April, nach ini yang kedua kalinya, baru tanggal 20 Mei aku sudah mengalami over quota lagi sebesar 48,30 MB, padahal tanggal 1 Juni masih lama :(, lihat saja screenshootnya, kebetulan untuk mengawasi penggunaan speedy aku menggunakan aplikasi Speedy Alert System yang dapat didownload secara gratis di situsnya telkomspeedy.

Mungkin bulan depan aku harus lebih hemat lagi, karena klo over quota tiap bulan, terus terang aku belum merencanakan budget tambahan ๐Ÿ˜€ untuk penggunaan speedy, dan terpaksa hari berikutnya aku akan lebih memanfaatkan lagi koneksi di tempat kerja, karena kebutuhan akses internetku gak banyak kerjaan utamanya hanya maintenance server hosting dan website yang aku kelola termasuk yang ada ditempat kerjaku, selebihnya paling cuman cek e-mail, baca berita lewat RSS, nge-Blog, chat, download utility kecil. Hem….aku hanya berharap mudah-mudahan pihak telkom akan menambah lagi Quotanya untuk paket personal, lebih bagus klo harganya juga turun lagi khususnya untuk didaerah Garut :D.

Speedy Personal Over Quota

18 gagasan untuk “Speedy Personal Over Quota

  • 10 Agustus 2007 pukul 1:32 pm
    Permalink

    Speedy Alert System untuk Linux setahu saya blom ada, atau silahkan kmu cari aja di situs resminya

    Balas
  • 10 Agustus 2007 pukul 11:10 am
    Permalink

    hello, salam kenal ๐Ÿ™‚
    betul, fenomena over quota sptnya “pengalaman wajib” buat para speedy mania. ini mengingatkan saya dg teori (ma’ap, sedikit teori ๐Ÿ™‚ ) pemenuhan kebutuhan Maslow (maap klo saya salah) bahwa, intinya: tingkat kepuasan akan semakin berkurang seiring dengan tingkat pemakaian. singkatnya, ini ibarat kita minum air. tegukan pertama terasa sangat nikmat. tegukan kedua nikmat. tegukan ketiga dsb biasa saja.
    klo dibawa ke dalam koteks speedy, ini mirip2 jg. waktu pertama pake, wah nikmat sekalee…, pengen coba terus, sampe over quota gak terasa :p terasa klo pas waktu ditagih akhir bulan :))

    btw. numpang tanya, adakah sistem billing (speedy alert system) yg bisa jalan di Linux?

    Balas
  • 8 Juli 2007 pukul 8:05 pm
    Permalink

    DImana tuch donlot bandwith monitornya klo saya masih pake bawaan telkom Speedy Alert System

    Balas
  • 6 Juli 2007 pukul 6:01 pm
    Permalink

    gak coba bandwidth monitor yang free? Coba liat apa bener lo over quota atau malah di-over-in. Rugi loh

    Balas
  • 2 Juni 2007 pukul 8:20 pm
    Permalink

    Tenang, Kang DK. Akan ada penurunan tariflg kok.

    Krn, telkom mo buka layanan Wi-max, katanya–stingkat di atas ADSL. Katanya lho, … ๐Ÿ™‚

    Soalnya, sepupu saya kerja di Kopegtelkom “SPEEDY”. Tahun ini aja bisaturun terifnyakarena pake Hwa-hwei CHINA. Nggak pake Siemens lagi yang super lelet.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *